
Deruan angin bicara lagi
menyatakan ungkapan itu
aku terus terjaga
mendengar bisikannya
lari aku terus belari
mengejar pelangi petang di sana
selepas hujan turun
tanpa melihat lopak air di jalanan
tersungkur aku akhirnya
namun bingkas aku bangun
cuba berdiri
mengalir sudah si darah merah
dimanakah luka itu?
kedinginannya
menyusuk ke tulang hitamku
hanya selimut dengan itu,
aku terus membaluti tubuh ku ini
lalu hilang segala kedinginan
bertukar menjadi kehangatan
lega sudah tubuh ini
tangisan si kecil
tidak terhenti lagi
kemana ibu dan bapanya
meninggalkannya keseorangan kesejukan disitu
terpinga-pinga aku
melihat si kecil itu dari jendela
aku teringat kisah lalu
terlakar senyuman disaat episode itu bermula diminda
pancaran suria sudah kembali
aku mengucapkan syukur kepada PENCIPTANYA
menjelmakan semula sang suria indah
maka suasana kembali sedia kala
jendela itu
sungguh bermakna
menyingkap lalu mengungkap
kisah diluarnya
terlalu bernilai
walaupun hanya sekadar sebuah jendela
No comments:
Post a Comment